Kode auto ads : Hukum Memanggil Manusia dengan nama Hewan Skip to main content

Hukum Memanggil Manusia dengan nama Hewan

Penajam.Com - Bismillah. Dunia maya adalah dunia yang tidak nampak secara langsung diantara kita namun dengan dunia maya kita dapat berinteraksi dengan sesama teman, kolega, anggota keluarga dan lain sebagainya. Ada batasan-batasan yang harus kita jaga dan kita buat sebaik mungkin tidak menyakiti sesama manusia, karena menyakiti sesama manusia itu tidak baik serta akan mendapatkan ganjaran disisi Allah. Tulisan dibawah ini sangat bagus sekali sebagai rambu-rambu bagi kita dalam berinteraksi didunia maya atau biasa dengan bahasa milenialnya bermedsos ria. Sekali lagi penulis hanya menuliskan semampu penulis saja namun tidak mengubah tulisan aslinya. Sebelumnya penulis memohon maaf dan memohon ampun kepada Allah jika ada kesalahan dalam penulisan serta sebelumnya ada menyebut diantara manusia dengan maksud dari tulisan dibawah ini. Sekali lagi penulis memohon ampun kepada Allah apabila dulunya terdapat dalam besitan hati atau ucapan yang menyinggung perasaan manusia yang penulis sendiri tidak mengetahuinya.
Hukum Memanggil Manusia dengan nama Hewan
------------------------------------------
SUDAH BIASA KITA DI JULUKI DENGAN NAMA BINATANG DAN TIDAK USAH SAKIT HATI AYAT DAN HADIST INI AKAN MEMBUAT KITA TERSENYUM BAHAGIA

Kita sering di sebut Cebong karena selalu mendo'akan kebaikan kepada penguasa.
Kita sering di sebut Onta karena penampilan kita yang menurut mereka keArab-Araban.
Kita sering di sebut Kambing karena kita memelihara jenggot.
Kita juga sering di sebut Kadal gurun.

HUKUM MEMANGGIL MANUSIA DENGAN NAMA HEWAN

Hukum dalam agama islam bahkan dalam hadits sudah di jelaskan tidak boleh memanggil manusia dengan sebutan BINATANG, berikut hadits yang menjelaskannya👇

Ibrahim An Nakha’i rahimahullah mengatakan:

كَانُوا يَقُولُونَ: إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ؛ قَالَ اللَّهُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتَرَانِي خَلَقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟

“mereka (para tabi’in) dahulu mengatakan, jika seseorang mencela orang lain dengan perkataan ‘wahai keledai‘, ‘wahai anjing‘, ‘wahai babi‘ maka kelak Allah akan bertanya kepadanya di hari kiamat: ‘apakah engkau melihat Aku menciptakan (dia) sebagai anjing atau keledai atau babi?’” (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5/238).

Sa’id bin Al Musayyab rahimahullah mengatakan:

لَا تَقُلْ لِصَاحِبِكَ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ. فَيَقُولَ لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتُرَانِي خُلِقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟

“Jangan engkau berkata kepada temanmu ‘wahai keledai‘, ‘wahai anjing‘, ‘wahai babi‘. Sehingga kelak di hari kiamat engkau akan ditanya: ’apakah engkau melihat aku diciptakan sebagai anjing atau keledai atau babi?’” (diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf 5/282).

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :

"Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim." (QS.Al-Hujurat : 11).

Semoga bermanfaat buat kita semua, Baarakallahufiikum.
--------------------------------------------
Tulisan diatas adalah tulisan asli yang penulis dapat diberanda Facebook dan bagi penulis bahwa tidak ada yang salah jika penulis mengutip utuh tulisan diatas dan bermanfaat bagui kita semua. Aamiin. Yuk Taubat. Salah satu dalilnya dari Alquran. 👇👇👇👇👇

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

yā ayyuhallażīna āmanụ tụbū ilallāhi taubatan naṣụḥā, 'asā rabbukum ay yukaffira 'angkum sayyi`ātikum wa yudkhilakum jannātin tajrī min taḥtihal-an-hāru yauma lā yukhzillāhun-nabiyya wallażīna āmanụ ma'ah, nụruhum yas'ā baina aidīhim wa bi`aimānihim yaqụlụna rabbanā atmim lanā nụranā wagfir lanā, innaka 'alā kulli syai`ing qadīr

Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu.”

Demikian. Semoga bermanfaat. Aamiin.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar