Just writing about life because writing is sharing

Kebiasaan "marah,emosi & membentak"

Ada tidaknya hubungan antara judul dengan penulis bukalah suatu perkara yang penting, namun sesungguhnya yang terpenting adalah perilaku kebiasaan yang jelek tersebut dan tidak ada tujuan sama sekali dibelakang perbuatan itu.

Yup,membentak, berteriak pada orang lain. Sekarang bukan zaman dulu, zaman dulu berbeda dengan zaman sekarang. Jadi berteriak-teriak selama tidak diperlukan maka tak perlu dilakukan. Saya mengambil contoh kejadian beberapa hari lalu, ketika seorang teman yang datang dipagi hari setelah semalan tidak tidur di asrama mahasiswa Penajam. Dengan percaya dirinya ia berteriak-teriak hingga menggedor-gedor pintu kamar miliknya yang yang ia tempati bersama seorang mahasiswa baru, ditemukannya dalam keadaan terkunci rapi. Ia mengira ada temannya yang tidur didalam dan menguncinya dari dalam hingga ia berteriak tak didengar dari dalam.

Saya memperhatikan sikap seperti itu tak layak dicontoh, bukannya mengecek temannya ada didalam atau tidak, malahan marah dengan emosi tinggi.Akibat keributn itu, akhirnya sang ketua asrama bangun dari tidurnya dan berusaha membantu menyelesaikannya.

Usut punya usut ternyata kamar tersebut tak berpenghuni alias kosong, karena teman satu kamarnya tidur diluar. Sedangkan kamarnya dikunci dari luar dengan alasan bahwa dikamar itu ada dua buah laptop. Alasan sangat wajar saya kira mengingat kejadian "maling masuk rumah" takut terjadi lagi.

Memang, marah itu biasa jika panggilannya tak digubris. Tapi yang membuat saya heran dan senyum sendiri(baca:tertawa) dalam hati yaitu marah tapi tak mengkonfirmasi dahulu dugaan yang ada dalam pikirannya.Sepertinya kejadian ini tak akan lupa dalam pikiran saya, kecuali sudah terhapus dari memory otak (kayak komputer saja)

Lho apa hubungannya dengan judul diatas? Hampir tak ada, tapi coba cari sendiri, he...he...he...

nb: Cerita dan kejadian dalam postingan diatas adalah benar apa adanya tak dikurangi karena sentimen pribadi juga tak ditambah karena kelupaan ceritanya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kebiasaan "marah,emosi & membentak"

0 comments:

Post a Comment